Satria Online

Peace, Friend ‘n Love

Arsip untuk November 8th, 2008

Build Mail Server Postfix-Squirrelmail Linux Debian

Ditulis oleh Naruto di/pada 8 November 2008

Persyaratan : DNS, apache2, php4, mysql-server

1. Install postfix

# apt-get install postfix

# /etc/init.d/postfix [start|stop|restart]

2. Install courier-imap

# apt-get install courier-imap

# /etc/init.d/courier-imap [start|stop|restart]

3. Install php4-imap (optional)

4. Install courier-pop

# apt-get install courier-pop

# /etc/init.d/courier-pop [start|stop|restart]

# /etc/init.d/courier-authdaemon [start|stop|restart]

5. konfigurasi file main.cf

# vim /etc/postfix/main.cf

contoh konfigurasi :

——————

myhostname = profff.asseifff.net

mydomain = asseifff.net

alias_maps = hash:/etc/aliases

alias_database = hash:/etc/aliases

myorigin = /etc/mailname

mydestination = $mydomain, localhost

home_mailbox = Maildir/

relayhost =

mynetworks = 127.0.0.0/8 192.168.56.0/24

#mailbox_command = procmail -a “$EXTENSION”

mailbox_size_limit = 0

recipient_delimiter = +

inet_interfaces = all

————

6. Install squirrelmail

# apt-get install squirrelmail

7. Konfigurasi /usr/sbin/squirrelmail-configure

# /usr/sbin/squirrelmail-configure

buat konfigurasinya…

server software : courier

8. Buat Virtualhost squirrelmail

# vim /etc/apache2/sites-available/default

Alias /mail “/usr/share/squirrelmail/”

Options Indexes MultiViews FollowSymLinks

AllowOverride None

Order deny,allow

deny from all

Allow from all

9. Membuat folder Maildir di user tertentu

# cd /home/asseifff

# maildirmake Maildir

# chown asseifff.asseifff Maildir/ -Rf

10. Membuat folder Maildir otomatis ketika create user

# cd /etc/skel

# maildirmake Maildir

11. Testing squirrelmail

Buka browser :

http://profff.asseifff.net/src/configtest.php

http://profff.asseifff.net/mail/src/configtest.php

http://mail.asseifff.net/mail

12. Testing mail server
Buat user_baru
Masuk ke http://mail.asseifff.net/mail dengan login asseifff.
Kirim email ke user_baru
Apakah berhasil..????
Cek error : # tail -f /var/log/[mail.log | mail.info | mail.err]

Sumber :

http://www.debian-id.or.id

http://www.postfix.or.id/docs.html

Ditulis dalam Linux | Bertanda: , | Leave a Comment »

Dial Speedy dengan Menggunakan Debian Etch

Ditulis oleh Naruto di/pada 8 November 2008

Beberapa waktu ada permasalahan dengan sebuah modem dengan TPLINK, yaitu susahnya dibuat mode PPPOE dan ketika sudah berhasil kesulitan berikutnya adalah, ketika modem tersebut Mati, dia tidak bisa autoredial dengan sendirinya, merepotkan kalau disetting dengan manual.

Lalu muncul ide untuk mencoba dia dengan menggunakan debian etch, untuk pengaturan awalnya tinggal buat blok ip di satu interface di router yg satu blok dengan Modemnya, dan pastikan modem bisa diping dari debiannya dan dengan mode : BRIDGE

Langkah berikutnya adalah, siapkan paket-paket yg mendukung untuk proses dial adslnya kelak, adapun paket yg harus di install diantaranya : pppoe dan pppoeconf, untuk installnya cukup jalankan perintah :

# apt-get install pppoe pppoeconf  (* biarkan proses tetep berlanjut dan kelarkan installasi*).

Selanjutnya, bila sudah terinstall langkah berikutnya adalah melakukan configurasi pppoe dan menjalankan percobaan dial speedynya.

File configurasi ada di : /etc/ppp/peers/dsl-provider , nah file dsl-provider di backup dulu agar ketika dialnya gagal bisa dikembalikan dan diulangi lagi.

# cd /etc/ppp/peers
# cp dsl-provider dsl-provider.asli

Sekarang kita coba lakukan configurasi koneksi internetnya, ada beberapa hal yg diperlukan untuk membantu memperlancar proses installasi, diantaranya :

  1. Login name yg diberikan oleh Speedynya.
  2. Password yang juga dari speedynya.
  3. JIka mempunyai lebih dari 2 interface pastikan interface yg arah speedy yg mana dan saat dial utp ke modem dah tersambung.

Jalankan ‘pppoeconf’ yg ada di  /usr/sbin :

# cd /usr/sbin
# pppoeconf

*bila interface lebih dari satu dia akan memilih interface mana yg terkoneksi dengan modem*

Tinggal di enter Yes saja, maka akan lanjut scan device :

Jika terdeteksi ada modem yg terkoneksi, maka akan muncul tampilan dibawah ini :

Tinggal di yes, nanti akan muncul notifikasi lagi :

Ada pesan notifikasi kembali, seperti berikut :

Langkah berikutnya ada isian untuk ngisi user dan passwd dari speedynya.

tampilan isi password :

Nah disini DNS akan memberikan opsi untuk menambahkan DNS Speedynya di /etc/resolv.conf dan setiap restart maka resolv akan tetap terisi oleh DNS dari speedynya, nah disini kesulitan yg saya temui ketika saya ingin melakukan loadbalance antara koneksi Speedy dengan wisp, karena tidak bisa dibuat rule manual dan DNS lokal tidak bisa di konfigurasi dengan sempurna, tapi bila debian untuk pc biasa, ini tidak masalah ) .

di Yes aja mengikuti rekomendasi.

Lalu akan ada pesan untuk paket size, tp bila ingin default maka tinggal di yes aja :

Berikutnya pesan untuk mengenable redeal speedy setiap restart debiannya :

Pesan berikutnya yg perlu diperhatikan, dibawah ini :

Sudah selesai configurasi dial speedynya, dan tidak perlu melakukan hal yg sama karena sudah otomatis redial speednya.

Untuk membuktikan sudah ada belum koneksi speednya, bisa diliat dengan perintah :

# ip a

dilistnya akan ada interface dengan nama : ppp0, nah ini adalah interface pppoenya.

Ditulis dalam Linux | Bertanda: | 1 Komentar »

Load Balancing Dengan Debian Etch

Ditulis oleh Naruto di/pada 8 November 2008

Setelah Sekian Lama, utak atik Load Balancing dengan Debian etch.. akhirnya bisa sukses juga.

Adapun gambaran jaringan yg dibuat adalah sebagai berikut :

eth0 (192.168.1.100) terhubung ke modem1 dengan ip 192.168.1.1 pada network : 192.168.1.0/24
eth1 (192.168.2.100) terhubung ke modem2 dengan ip 192.168.2.1 pada network : 192.168.2.0/24

eth2 (192.168.15.1) adalah untuk jaringan localnya dengan network : 192.168.15.0/24

Pengaturan Ip tersebut ada di /etc/network/interfaces :

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.100
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.2.100
netmask 255.255.255.0
network 192.168.2.0
broadcast 192.168.2.255

auto eth2
iface eth2 inet static
address 192.168.15.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.15.0
broadcast 192.168.15.255

dan perlu juga diatur table routing nya yg ada di : /etc/iproute2/rt_tables :

#
# reserved values
#
255 local
254 main
253 default
0 unspec
#
# local
#
#1 inr.ruhep
120 adsl1
121 adsl2
123 internet

Kemudian membuat file di /etc/ dengan nama : /etc/maxinet/my_iptables dan supaya bisa di eksekusi saat booting di chmod +x /etc/maxinet/my_iptables dan di masukkan ke /etc/init.d/networking di bagian ini :

case “$1″ in
start)
process_options
log_action_begin_msg “Configuring network interfaces”
if ifup -a; then
log_action_end_msg $?
else
log_action_end_msg $?
fi
/etc/maxinet/my_iptables
;;

Sedangkan Isi dari /etc/maxinet/my_iptables adalah sebagai berikut :

#!/bin/bash

##Main Rule
ip route flush table adsl1
ip route flush table adsl2
ip route flush table internet

ip rule add prio 10 table main
ip rule add prio 20 table adsl1
ip rule add prio 30 table adsl2
ip rule add prio 40 table internet

ip route del default table main
ip route del default table adsl1
ip route del default table adsl2
ip route del default table internet

ip rule add prio 20 from 192.168.1.0/24 table adsl1
ip route add default via 192.168.1.1 dev eth0 src 192.168.1.100 proto static table adsl1
ip route append prohibit default table adsl1 metric 1 proto static

ip rule add prio 30 from 192.168.2.0/24 table adsl2
ip route add default via 192.168.2.1 dev eth1 src 192.168.2.100 proto static table adsl2
ip route append prohibit default table adsl2 metric 5 proto static

##Set Load Balancing
ip rule add prio 40 table internet
ip route add default proto static table internet \nexthop via 192.168.1.1 dev eth0 weight 1 \nexthop via 192.168.2.1 dev eth1 weight 1

## NAT

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

iptables -F
iptables -P INPUT DROP

iptables -A INPUT -i eth2 -j ACCEPT

iptables -A INPUT -i eth1 -p tcp -s 0/0 –dport 25 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -i eth0 -p tcp -s 0/0 –dport 25 -j ACCEPT

iptables -A INPUT -m state –state ESTABLISHED, RELATED -j ACCEPT

iptables -A INPUT -p tcp -i eth1 -j REJECT –reject-with tcp-reset
iptables -A INPUT -p tcp -i eth0 -j REJECT –reject-with tcp-reset

iptables -A INPUT -p tcp -i eth1 -j REJECT –reject-with icmp-port-unreachable
iptables -A INPUT -p tcp -i eth0 -j REJECT –reject-with icmp-port-unreachable

iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j SNAT –to 192.168.1.100
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth1 -j SNAT –to 192.168.2.100

Setelah diconfigurasi reboot servernya dan ditest koneksinya… alhamdulillah berfungsi dan berjalan dengan baik.

Untuk melihat apakah iptables nya berfungsi dengan baik, diketikkan perintah : iptables -L -n -v -t nat .

Untuk Indikator apakah ada pemakaian melalui kedua modem bisa juga diliat dari indikator lampu ethernetnya, jika blinkingnya cepat brarti sedang ada pemakaian.

Demikian setingan load balancing untuk 2 link speedy yang berhasil saya konfigurasi.

Sumber : http://www.debian-id.org

Ditulis dalam Linux | Bertanda: , | Leave a Comment »